DUDUK 2 JAM JADI JUTAWAN

Nih Dia !

DIDUGA MABUK, ANGGOTA DPRD NABRAK POS LINTASAN KA





JEMBER – Sepulang dari acara rapat hearing komisi B di DPRD Jember, H Ahmad Halim, calon legislatif (caleg) dari DPC PKB Dapil 1 Nomor urut 2 ini menabrak pos jaga pelintasan besar rel KA di kawasan Jl Jatian jurusan Bondowoso - Arjasa, Jember, Selasa (5/5) dinihari. Sekitar 500 meter dari rumahnya, sekitar pukul 02.30 WIB.
Beruntung tidak ada korban nyawa melayang dalam kasus kecelakaan itu. Tapi, mobil sedan warna biru mulus bernomor L 1006 WF (bukan L 1061 WL) milik H Ahmad Halim ini ringsek nyaris tak berbentuk.
Bodi mobil menurut saksi mata Hoiri –kali pertama menolong korban, menghubungi polisi, dan keluarga korban – ini ringsek setelah terjungkal dan terbalik di samping pos. Beruntung bangunan pos itu ambruk setelah mobil terguling ke samping kanan.
“Posisi mobil habis nabrak pos itu langsung terguling ke kanan. Akibatnya, bangunan pos yang terbuat dari beton dan atap cor coran itu ambruk. Beruntung tak mengenai mobil yang ringsek itu. Sehingga pengemudinya selamat,” ujar Hoiri.
Dari keterangan yang di dapat di lapangan H Ahmad Halim, seorang diri dari kawasan kota. Sekitar pukul 04.00 WIB korban berniat pulang ke rumahnya. Saat melintas di kawasan hutan jati Kota Arjasa, korban yang diduga kecapekan itu mengendarai dengan kecepatan kencang sehingga oleng ke kiri.
Setir mobil terlihat tak terkendali. Ada indikasi pengendaranya tertidur dan menginjak pedal gas sekencang – kencangnya. Betapa tidak. Berjarak sekitar 20 meter sebelum pintu lintasan itu terdapat pagar besi yang terbuat dari rel yang ditancapkan di pinggir jalan itu tak membuat mobil berhenti. Malah ditabrak hingga jebol.
Mobil itu bahkan seperti di film laga saja di televisi melewati rel KA dan kemudian menanjak ke atas dengan keras menghantam bangunan pos jaga pelintasan KA yang besar itu. Usai menabrak dinding dan tembok pos jaga lintasan itu, mobil seperti terus terinjak pedal gasnya.
Sehingga terguling ke arah kanan. Begitu terguling, bangunan pos dengan atap terbuat dari bahan cor – coran itu ambruk. Sepuluh menit sebelum KA Mutiara Timur dari Surabaya Banyuwangi melintas korban sudah bisa dievakuasi.
Hoiri, warga setempat dibantu aparat kepolisian langsung membalikkan mobil dengan bantuan mobil derek. Baru setelah itu korban dikeluarkan dan langsung dilarikan ke RSUD dr Soebandi Jember. Korban mengalami luka lecet di kepala, tangan, dan kaki.
Anehnya, korban tidak terluka parah. Hanya saja, tangan mengalami benturan keras. Dan lengan tangan kanan lecet dijahit dua. Korban terselamatkan karena jenis mobilnya tergolong mewah buatan Eropa, BMW.
Sistem pengamanan mobil dengan baik melindungi pengemudi.
Kasatlantas Polres Jember AKP I Made Agus Prasetyo, hingga siang belum berhasil dikonfirmasi. HP nya aktif tapi tidak diangkat.
Sementara itu H Ahmad Halim, korban saat dijenguk tampak sudah bisa bicara. Bahkan bergurau. Dia saat dijenguk Ketua Komisi D Miftahul Ulum, rekan se Partai Ketua Garda Bangsa Jember ini sempat berkelakar didampingi H M Madini Farouq, Ketua DPRD yang menjenguknya.
Halim, mengatakan bahwa mobilnya sudah terasa gak enak sejak dinaiki. Perasaannya juga tidak enak ditambah sering ditelpon istrinya suruh cepat pulang. Dia keburu buru pulang dan menggeber mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tapi, naas ban mobil bagian kanan depan meletus. Sementara itu sebelum menabrak pagar pembatas katanya sudah ada percikan ke kaca. Tapi, gas tak terkendali. Hingga mobil menabrak sambil terbalik seperti melompat atau jumping.
Mobil jatuh miring dan ringsek setelah menabrak pos, dan tertimpa bongkahan bangunan pos. Beruntung atap pos tidak menimpa mobil karena terbuat dari beton cor. Kini mobil telah diamankan di Unit Laka Satlantas Polres Jember Sumbersari.
Di sisi lain, petugas KA dan petugas Kepolisian Sektor Arjasa terus menjaga pos lintasan itu. Sebab, yang melintas di jalur poros Bondowoso _ Jember ini, tergolong ramai dengan kendaraan besar. Jika tidak dijaga maka akan terjadi kecelakaan lain. Kini petugas KA dari Daop IX Jember langsung memperbaiki saluran kabel dan inning bell lintasan KA.
Berkali – kali dicoba dan dibetulkan masih belum bisa menyala. Sehingga memaksa polisi dan petugas KA setempat menggunakan sistem manual buka tutup saat ada KA melintas ke jalur itu. Lokasi kecelakaan itu sendiri, sekitar 500 meter dari rumah kediaman korban sendiri H Ahmad Halim. kim


Tidak ada komentar: