• Calon Pengantin Tewas
JEMBER – Suasana duka mendalam masih terasa di lingkungan Pondok Pesantren Al Qodiri, di Gebang Jember pimpinan KH Achmad Muzakki Syah. Senin (1/6) rombongan wisata MI Al Qodiri itu mengalami kecelakaan, dan satu orang korban tewas, guru MI setempat Abdul Qodir (26) warga Dusun Sumuran, Desa Ajung, Kecamatan Ajung.
Rombongan sebanyak 40 siswa ada 2 korban kritis dirujuk ke RSUD dr Soebandi. Sedang 12 lainnya luka ringan. Rombongan bus Akas bernomor N 7372 NR ini ditabrak Kereta Api Mutiara Timur (Mutim) di pertigaan lintasan KA Jorongan, Leces, Probolinggo, pukul 05.00 WIB.
Beberapa orangtua siswa terlihat sabar menunggu di teras Masjid Lingkungan Ponpes tersebut. Sesaat kemudian rombongan baik yang selamat, jenasah korban tewas, dan korban luka luka tiba disambut dengan isak tangis.
Hujan tangis, mewarnai penyambutan jenasah di lingkungan Ponpes Al Qodiri. Rombongan santriwati lain terlihat histeris saat bertemu teman mereka. Sementara itu, jenasah Abdul Qodir, jenasah guru ini langsung disholatkan di Masjid.
Dipimpin KH Achmad Muzakki Syah, sendiri jenasah usai disholati hendak dimakamkan. Tapi, kyai menawarkan kepada keluarga agar korban Abdul Qodir dimakamkan di lingkungan Ponpes. Tapi, ditolak oleh keluarga lain.
“Pertimbangannya almarhum ini ditinggal orangtuanya ke luar negeri. Jadi kedua orangtuanya tidak ada di Jember, tapi kalau tidak berkenan ya silahkan dibawa ke Ajung ,” ujar Kyai Muzakki.
Sekadar diketahui, kecelakaan yang melibatkan KA Mutim jurusan BWI – Surabaya ini menabrak Bus Pariwisata AKAS sekitar usai sholat Subuh, melintas di lintasan KA Jorongan Leces, dan karena pintu terbuka maka Bus ditabrak KA Mutim.
Dua belas korban mengalami luka dan 1 penumpang bus tewas. Bus Pariwisata yang ditumpangi 40 orang siswa dan 4 guru MI Al Qodiri Jember. Bus Pariwisata yang hendak rekreasi ke Jatim Park nopol N 7321 NR, dari arah selatan setiba di pertigaan Desa Jorongan perlintasan KA, bus berbelok ke arah barat mengikuti jalur Probolinggo-Malang.
Saat melintasi rel KA itulah, bodi belakang bus dihantam KA Mutim dari arah selatan menuju utara. Bodi bus ringsek. Sementara korban langsung di evakuasi ke RSUD dr Mohammad Saleh, Kota Probolinggo.
Korban tewas bernama Abdul Qodir (27) guru olah raga MI Al Qodiri. Korban lainnya luka ringan adalah Sofyan (14), Iqbal (13), Hamim (10), Joni (15), Yanda (7), Kiki (15) anak kepala sekolah MI Al Qodiri, Hasanudin (6) Suyoko (25) guru, Eko Purwanto (15), Farizal (15), Rizka (15) dan Thoni (15).
Jenazah Abdul Qodir (27), guru olah raga MI Al Qodiri, tiba di Jember setelah diambil keluarga dari RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo yang merawatnya. Tangispun pecah, saat keluarga korban Abdul Qodir, terbujur kaku di instalasi jenazah RSUD.
“Saya ndak nyangka Qodir, pergi secepat itu,” ujar Sumiyati kerabat korban sambil menangis. “Qodir, itu baik. Dia selalu nurut orang tua,” sambung Sumiyati.
Saskiadi, Kepala Sekolah MI Al Qodiri, mengatakan para siswa berangkat dari Jember dengan tujuan Jatim Park Malang, pukul 02.00 WIB. Tak ada firasat apapun sebelum mereka berangkat. “Kami memang sedang liburan,” katanya.
Atas kejadian ini pihak sekolah meminta maaf kepada seluruh orang tua siswa. Dan perjalanan tidak akan dilanjutkan. Kedua belas korban secara bergelombang dipulangkan ke Jember dan sebagian ada yang dirujuk ke RSUD Jember. kim
KA MUTIM VS AKAS Rombongan Wisata MI Al Qodiri
DISERUDUK BANTENG, MATA SUSWATI BUTA
JEMBER - Nasib seseorang tak bisa ditebak. Bahkan akhir kehidupan seseorang pun masih menjadi rahasia Illahi. Termasuk siapa mengira jika seekor banteng besar itu bisa mengubah hidup Suswati.
Banteng hutan itu membuat mata sebelah Suswati, buat. Bahkan dia sempat menjalani operasi mata selama enam jam sesaat setelah diseruduk banteng liar hutan itu. Dia diduga mengalami luka di otaknya karena kemasukan daun asam ranji.
Suswati datang ke kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alama Jawa Timur II, di Jalan Jawa, Jember, Jumat (22/5). Ditemani suaminya, Muhammad dan seorang kerabat lagi dia menceritakan semua kejadian yang dialaminya sebelum dia dinyatakan sehat wal afiat.
Tapi dengan ciri khusus matanya hilang satu. Saat diminta membuka kacamata hitamnya oleh wartawan, perempuan berusia 35 tahun itu sempat menolak.
Suswati baru mau membuka kacamatanya, setelah diminta oleh Kepala BKSDA Jatim II Abdullah Effendi Abbas. Kaca mata dibuka, dan tampaklah mata sebelah kanannya terpejam sama sekali.
"Ini bola matanya sudah diambil. Kata dokter, kalau tak diambil khawatir infeksi," kata Muhammad.
Ceritanya, di medio September 2008 kemarin saat bulan puasa. Usai bersantap sahur dengan keluarga, Suswati menuju sungai Paliran tak jauh dari rumahnya.
Tepatnya di Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Ia bermaksud mencuci pakaian. Saat mencuci pakaian di air sungai itu dia tak memikirkan apapun yang ada disekitarnya. Bahkan suara gemericik air sungai itu membuat telinganya tidak mendengarkan suara apapun yang datang kepadanya.
Suatu ketika dia juga tidak mengetahui ada beberapa orang di sekitarnya berteriak-teriak mengingatkan ada seekor banteng mendekati dirinya. Posisi dia berdiri cukup mengkhawatirkan.
Ia juga tak tahu kapan banteng itu mendekatinya. Mendadak Suswati terjengkang. Salah satu ujung tanduk banteng itu sudah menancap di mata kanannya, dan menembus kepalanya.
Orang-orang ketakutan tak ada yang berani mendekat. Banteng itu masih berkeliaran. Beruntung Slamet, kakak Suswati segera berlari menyelamatkan tubuhnya dari cabik cabik sungu banteng.
"Suswati memakai pakaian warna oranye. Makanya dia jadi sasaran banteng itu. Wong setahu saya memang semua korban memakai baju warna oranje dan agak merah sehingga banteng itu mengamuk dan menerjang,” ujar Muhammad.
Dua korban lainnya di lokasi yang berbeda adalah Suhina dan Mat Rasid. Tapi belakangan kondisinya tidak separah Suswati istrinya.
"Banteng itu mungkin menganggap sungai itu sebagai habitatnya. Jadi saat ada Suswati, naluriah banteng ini ingin mengusirnya,” ujar Abdullah Effendi Abbas, Kepala Balai SBKSDA.
Ditambaha jarak antara sungai dengan hutan lindung Perhutani sekitar 2 Km. Korban saat itu segera dilarikan ke RSI Fatimah Banyuwangi. Kondisinya kritis. Operasi dilakukan enam jam lebih.
Kepala Suswati dibelah sebagian. Ada selembar daun asam ranji di otaknya. Dokter menyatakan bola mata Suswati tak bisa diselamatkan lagi.
"Kami memberi santunan Rp 25 juta, dan biaya operasi hingga obat telah ditanggung dengan biaya itu,” ujarnya.
Kata Suswati, melirih bahwa ,"Sudah takdir. Mau bagaimana lagi?" katanya.
Suswati sudah melupakan kejadian itu. Bahkan saat ada gurauan pertanyaan apakah banteng itu bermoncong putih atau tidak , dia tertawa tawa ngakak. "Waduh, sampeyan ini ada ada saja,” tukas mereka berdua. kim
DESAK PEMERINTAH PERBARUI ALUTSISTA ORGANISASI TNI
• RATUSAN KELUARGA, ORANGTUA, & ISTRI PERWIRA TNI DOA BERSAMA
JEMBER – Menyusul tragedy jatuhnya pesawat Hercules di Magetan dan menewaskan puluhan korban jiwa mengundang simpati para orang tua. Kemarin ratusan orang tua, dan keluarga yang tergabung dalam Paguyupan Orang Tua Taruna dan Perwira TNI di Kabupaten Jember menggelar aksi damai.
Selain memanjatkan doa atas meninggalnya puluhan perwira di Magetan, mereka juga mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan pembaruan alat utama system pertahanan (alutsista) di organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Aksi simpatik kemarin dilakukan tidak ubahnya dengan aksi-aksi yang lain. Para orang tua dan istri juga membawa pampfelt bertuliskan permintaan pembaruan alutsista.
Seperti Apakah pemerintah masih akan menunggu bertambahnya korban mati sia-sia akibat alutsita yang tua. Bapak Presiden Jangan Biarkan Prajurit TNI AU Mati Sia-sia. Kami Ikhlas prajurit TNU AU Gugur karena menjalankan tugas, namun kami kecewa jika prajurit TNI AU mati karena pesawat tua yang jatuh.
Aksi simpatik. para istri dan orang tua melakukan doa bersama. Bertempat di rumah H Arum Sabil yang juga anggota paguyupan orang tua Taruna dan Perwira TNI Kabupaten Jember digelar dengan sangat sederhana.
Ratusan porang tuia dan istri duduk bersila. Mereka bermunajat agar para arwah orang yang meninggal karena kecelakaan pesawat bisa diterima di sisinya. Kemudian untuk keluarga yuang ditinggalkan selalu diberi kekuatan dan ketabahan dalam menerima ujian yang diberikan Tuhan.
Rachmadi, Ketua Paguyupan Orang Tua Taruna dan Perwira TNI Kabupaten Jember ketika ditemui disela-sela acara mengungkapkan, dirinya kaget setelah mendnegar kabar tentang jatuhnya pesawat. Dia mengaku selalu was-was jika ada kabar tentang pesawat jatuh.
“Sebab saat ini seorang dari anak kami juga menjadi anggota TNI AL. Dan bertugas sebagai pilot penerbang pesawat di kesatuan TNI AL tersebut. Saya takut jika ternyata itu anak saya,” kata pria asal Bangsalsari Jember ini.
Demikian juga dengan tragedy jatuhnya pesawat Hercules di Magetan. Dia mendengar kabar baru pukul 09.00 WIB. Padahal kejadianya pukul 06.30 WIB.
Saat itu juga pihaknya melakukan koordinasi dengan beberapa orang tua yang lain. Kemudian mereka sepakat untuk menggelar aksi bela sungkawa. “Dan semoga ini yang terakhir. Tidak ada lagi kejadia pesawat jatuh karena pesawat sudah tua,” katanya.
Kemudian dalam aksi itu, Rachmadi juga menitipkan harapan kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan alutsista yang ada. Sebab saat ini beberapa alutsista milik TNI sudah banyak yang tidak layak pakai. Dan berbahaya jika terus dipaksakan untuk digunakan. Seperti pesawat serta yang lain.
Selain itu, Rachmadi juga mengungkapkan, memang jika memiliki anak dan ingin masuk serta bergabung menjadi anggota TNI semua harus disiapkan. Bukan hanya fisik namun juga mental. Termasuk juga orang tuanya. Sebab menjadi anggota TNI berarti kontrak mati.
“Kendati demikian, jika memang meninggal karena tugas kami bangga. Namun jika mati karena hanya persioalan alat yang sudah usang, kami pun juga sedih mendnegarnya. Sebab mereka akan mati sia-sia,” katanya.
Senada juga diungkapkan Rizky Ayuning Ati, istri perwira TNI AU menyatakan, keutuhan sebuah negara tak lepas dari kuatnya tentara yang ada. Dan ini juga ditopang oleh peralatan yang memadai.
“Dari kondisi itu hendaknya pemerintah memperhatikan kondisi peralatan ini,” katanya.
Arum Sabil, yang juga anggota orang tua Taruna dan Perwira Kabupaten Jember mengungkapkan, kewibawaan negara tak bisa dilepaskan dari kuatnya pertahanan Negara itu sendiri. “Jika pertahanan rapuh, maka dengan cepat Negara itu akan hancur,” tuturnya.
Kemudian dalam pertahanan itu juga ada alat-alat pertahanan. Salah satu diantaranya Tentara. Dan tentunya di dalam tentara itu juga dilengkapi dengan alat pertahanan. Seperti senjata pesawat serta peralatan lain yang digunakan untuk pertahanan.
“Jika peralatan banyak yang sudah tua. Maka akan menggerogoti pertahanan Negara. Tidak sedikit nantinya para tentara itu mati sia-sia karena alat yang sudah tua tersebut,” katanya.
Arum juga mengungkapkan, Indonesia memiliki perairan yang luas. Namun sampai pertahanan masih lemah. Buktinya masih banyak penyelundup yang masuk ke negeri ini.
“Ini terjadi karena alat pertahanan yang masih lemah. Bagaimana petugas penjaga melakukan patroli jika ternyata afturnya tidak ada. Kemudian juga peralatannya sudah tua. Maka akan kalah dengan para penjahat yang ada,” katanya.
Kata Arum, hal itu tidak boleh dibiarkan. Sebab jika berlarut maka negera ini akan hancur. Pihaknya minta kepada pemerintah untuk segera melakukan peremajaan persenjataan yang ada. Sebab ini sangat penting untuk menjaga pertahanan negara.
Di tempat lain, Isma Hakim Rahmat, STP juga menyatakan penyesalannya terhadap tragedi pesawat Hercules milik TNI AU itu. Dia mengaku sangat terpukul dengan musibah itu. Lagi pula korban yang ada termasuk anggota keluarganya. Lettu Firdaus Yuyun Negara (30) adalah kader dan putra terbaik keluarga besar nya di Jombang Jatim.
Kendati mendapat kabar hanya lewat SMS dari anggota keluarganya, dia mengaku sangat sedih karena yang tergambar di benaknya adalah kondisi negara yang sudah carut marut ini banyak ditimpa musibah. “Saya yakin keluarga kami di Jombang ikhlas. Saya sendiri baru akan berangkat malam ini, menunggu kendaraan. Saya kira juga ada pelajaran besar di balik itu semua. Bahwa petinggi negara harus sudah sadar dengan banyaknya musibah itu, tapi kenapa tidak segera ada perbaikan,” ujarnya.(rid)
DIDUGA MABUK, ANGGOTA DPRD NABRAK POS LINTASAN KA
JEMBER – Sepulang dari acara rapat hearing komisi B di DPRD Jember, H Ahmad Halim, calon legislatif (caleg) dari DPC PKB Dapil 1 Nomor urut 2 ini menabrak pos jaga pelintasan besar rel KA di kawasan Jl Jatian jurusan Bondowoso - Arjasa, Jember, Selasa (5/5) dinihari. Sekitar 500 meter dari rumahnya, sekitar pukul 02.30 WIB.
Beruntung tidak ada korban nyawa melayang dalam kasus kecelakaan itu. Tapi, mobil sedan warna biru mulus bernomor L 1006 WF (bukan L 1061 WL) milik H Ahmad Halim ini ringsek nyaris tak berbentuk.
Bodi mobil menurut saksi mata Hoiri –kali pertama menolong korban, menghubungi polisi, dan keluarga korban – ini ringsek setelah terjungkal dan terbalik di samping pos. Beruntung bangunan pos itu ambruk setelah mobil terguling ke samping kanan.
“Posisi mobil habis nabrak pos itu langsung terguling ke kanan. Akibatnya, bangunan pos yang terbuat dari beton dan atap cor coran itu ambruk. Beruntung tak mengenai mobil yang ringsek itu. Sehingga pengemudinya selamat,” ujar Hoiri.
Dari keterangan yang di dapat di lapangan H Ahmad Halim, seorang diri dari kawasan kota. Sekitar pukul 04.00 WIB korban berniat pulang ke rumahnya. Saat melintas di kawasan hutan jati Kota Arjasa, korban yang diduga kecapekan itu mengendarai dengan kecepatan kencang sehingga oleng ke kiri.
Setir mobil terlihat tak terkendali. Ada indikasi pengendaranya tertidur dan menginjak pedal gas sekencang – kencangnya. Betapa tidak. Berjarak sekitar 20 meter sebelum pintu lintasan itu terdapat pagar besi yang terbuat dari rel yang ditancapkan di pinggir jalan itu tak membuat mobil berhenti. Malah ditabrak hingga jebol.
Mobil itu bahkan seperti di film laga saja di televisi melewati rel KA dan kemudian menanjak ke atas dengan keras menghantam bangunan pos jaga pelintasan KA yang besar itu. Usai menabrak dinding dan tembok pos jaga lintasan itu, mobil seperti terus terinjak pedal gasnya.
Sehingga terguling ke arah kanan. Begitu terguling, bangunan pos dengan atap terbuat dari bahan cor – coran itu ambruk. Sepuluh menit sebelum KA Mutiara Timur dari Surabaya Banyuwangi melintas korban sudah bisa dievakuasi.
Hoiri, warga setempat dibantu aparat kepolisian langsung membalikkan mobil dengan bantuan mobil derek. Baru setelah itu korban dikeluarkan dan langsung dilarikan ke RSUD dr Soebandi Jember. Korban mengalami luka lecet di kepala, tangan, dan kaki.
Anehnya, korban tidak terluka parah. Hanya saja, tangan mengalami benturan keras. Dan lengan tangan kanan lecet dijahit dua. Korban terselamatkan karena jenis mobilnya tergolong mewah buatan Eropa, BMW.
Sistem pengamanan mobil dengan baik melindungi pengemudi.
Kasatlantas Polres Jember AKP I Made Agus Prasetyo, hingga siang belum berhasil dikonfirmasi. HP nya aktif tapi tidak diangkat.
Sementara itu H Ahmad Halim, korban saat dijenguk tampak sudah bisa bicara. Bahkan bergurau. Dia saat dijenguk Ketua Komisi D Miftahul Ulum, rekan se Partai Ketua Garda Bangsa Jember ini sempat berkelakar didampingi H M Madini Farouq, Ketua DPRD yang menjenguknya.
Halim, mengatakan bahwa mobilnya sudah terasa gak enak sejak dinaiki. Perasaannya juga tidak enak ditambah sering ditelpon istrinya suruh cepat pulang. Dia keburu buru pulang dan menggeber mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tapi, naas ban mobil bagian kanan depan meletus. Sementara itu sebelum menabrak pagar pembatas katanya sudah ada percikan ke kaca. Tapi, gas tak terkendali. Hingga mobil menabrak sambil terbalik seperti melompat atau jumping.
Mobil jatuh miring dan ringsek setelah menabrak pos, dan tertimpa bongkahan bangunan pos. Beruntung atap pos tidak menimpa mobil karena terbuat dari beton cor. Kini mobil telah diamankan di Unit Laka Satlantas Polres Jember Sumbersari.
Di sisi lain, petugas KA dan petugas Kepolisian Sektor Arjasa terus menjaga pos lintasan itu. Sebab, yang melintas di jalur poros Bondowoso _ Jember ini, tergolong ramai dengan kendaraan besar. Jika tidak dijaga maka akan terjadi kecelakaan lain. Kini petugas KA dari Daop IX Jember langsung memperbaiki saluran kabel dan inning bell lintasan KA.
Berkali – kali dicoba dan dibetulkan masih belum bisa menyala. Sehingga memaksa polisi dan petugas KA setempat menggunakan sistem manual buka tutup saat ada KA melintas ke jalur itu. Lokasi kecelakaan itu sendiri, sekitar 500 meter dari rumah kediaman korban sendiri H Ahmad Halim. kim
TABRAKAN BERANTAI D GUNUNG KUMITIR
Minibus Tergencet Truk Bina Marga, 3 Orang Tewas
JEMBER - Kecelakaan memakan korban jiwa terjadi di jalur maut Gunung Kumitir, jurusan Jember Banyuwangi. Tepatnya di tikungan tajam dekat perbatasan Jember-Banyuwangi, Selasa (21/4) kemarin.
Tragisnya, dalam kecelakaan berantai antara dua truk dan satu minibus itu membawa korban maut. Di Jalan Raya Dusun Tanah Manis, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo itu 3 nyawa sekaligus terenggut.
Informasi yang dihimpun, truk pengangkut aspal hotmik milik Bina Marga Jember bernopol W 9270 UN melaju dari arah Banyuwangi menuju Jember terlihat terlempar ke sebelah kanan badan jalan.
Truk itu menggencet kendaraan minibus bernopol Z 1086 HE mengangkut rombongan undangan
pernikahan. Sekitar delapan penumpang terluka parah, dan sebagian anak-anak dilarikan untuk dirawat di RSUD dr Soebandi. Kendaraan yang hendak menuju Banyuwangi ini bernasib naas. Sedang satu truk lagi bernopol P 8199 UV mengangkut buah jeruk dari arah Banyuwangi – ke Jember juga terlempar ke kanan badan jalan.
Kecelakaan beruntun yang terjadi sekitar pukul 7.30 WIB. Dalam kejadian tragis itu 3 penumpang minibus yang mengangkut para satu keluarga ini dari Desa Jeruk Sok-sok Kecamatan Binakal Bondowoso tewas seketika dan langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Subandi Jember.
Tiga korban tewas itu antara lain, Bu Wahi (50) tukang awe-awe, Edi Mulyono (40) sopir minibus dan Bu Timah (55) penumpang minibus. Sedang korban yang mengalami luka cukup parah ada sekitar 6 orang yang lantas dirujuk ke RSUD dr Subandi Jember.
Korban terluka parah itu adalah Maulana Ainul Yaqi (8), Robiyah, dan Abdurahman (41) yang semuanya penumpang minibus.
Praktis kondisi arus lalu lintas Jalan Raya yang menghubungkan Jember-Banyuwangi itu praktis lumpuh selama 3,5 jam karena menunggu proses evakuasi korban dan truk.
Saksi di tempat kejadian Heru mengatakan dia terkagetkan oleh suara keras dari jarak 10 meter dari lokasi tabrakan beruntun saat melintas.
"Suara keras itu kemungkinan dari truk aspal yang menabrak. Saya langsung lapor Polsek Silo agar ditangani," ujanya.
Sementara sopir truk pengangkut jeruk yang selamat dalam kecelakaan itu mengatakan dia dalam posisi aman saat akan melintas tikungan.
"Mendadak, saya dengar dari belakang suara keras seperti rem angin dari kendaraan truk meledak-ledak. Saya cuma nambahi gas sedikit dan kemudian tergelincir," kata Saleh.
Dia menduga truk milik Bina Marga itu remnya blong dan menabrak bagian truknya.
"Begitu saya seperti didorong, truk mau banting stir ke kiri tidak kesampaian dan akhirnya banting ke kanan namun justru terguling," ujarnya.
Tapi dia tidak tahu apakah truknya terguling setelah mobil minibus itu ditabrak atau sesudah ditabrak truk aspal. Sementara itu dari pihak korban minibus tampak kaget dan tidak mau memberikan keterangan karena dalam kondisi berduka kehilangan sanak saudara.
Kapolsek Silo Inspektur Satu (Iptu) Zainuri S.Sos, mengatakan, kronologis sementara dari pemeriksaan sopir yang selamat, dua truk itu melaju dari arah Banyuwangi menuju Jember.
"Saat di tikungan sebelum Watu Gudang, ada salah satu truk yang remnya blong. Kemudian lalu truk yang belakang membanting ke kanan dan berpapasan dengan minibus yang akhirnya tertabrak dan tergencet," kata Iptu Zainuri.
Lebih lanjut kepolisian akan terus melakukan penyidikan terhadap sopir truk Bina Marga yang bisa terancam pidana karena menghilangkan nyawa orang lain.
Mantan Kanit Regident ini mengatakan evakuasi korban dan truk itu, minta bantuan truk lain untuk membalikkan posisi semula truk agar korban bisa diangkat dan kendaraan lain bisa melintas dan arus lalu lintas normal kembali. kim
Daftar Korban Tewas
Bu Wahi (50) tukang awe-awe, Edi Mulyono (40) sopir minibus dan Bu Timah (55) penumpang minibus.
Korban Luka Parah : Maulana Ainul Yaqi (8), Robiyah, dan Abdurahman (41) semua penumpang minibus.
DUA ANAK TEWAS DI BEDADUNG
JEMBER - Dua anak bernama Yeni Tri Wahyuni (13) dan Zainur Rifky Habibullah (12), keduanya warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, ditemukan tewas usai mandi di Sungai Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.
Kapolsek Rambipuji, AKP Agus Supariyanto, Jumat, mengatakan awalnya kedua anak itu bersama teman-temanya mandi di Sungai Bedadung, Desa Kaliwining.
Beberapa anak mandi di tepi sungai dan dua korban yang meninggal mandi di tengah sungai yang alirannya cukup deras.
"Korban Yeni dan Zainur mandi di sekitar aliran yang cukup deras sehingga tewas terseret arus Sungai Bedadung," kata Agus.
Ia menjelaskan, jasad satu korban baru ditemukan JUmat, karena beberapa temannya yang mengetahui kejadian tenggelamnya korban takut menceritakan kejadian itu kepada orang lain.
"Teman-teman korban semuanya 'tutup mulut' karena takut, setelah ditemukan mayat kedua korban akhirnya mereka bercerita tentang kejadian tenggelamnya korban Yeni dan Zainur," katanya.
Mayat korban Yeni ditemukan di tepi sungai Bedadung oleh salah seorang warga yang sedang memancing sedangkan mayat Zainur belum juga ditemukan hingga Jumat malam.
"Mayat Yeni akhirnya dievakuasi dan dibawa ke puskesmas setempat untuk diperiksa lebih lanjut," katanya.
Polsek Rambipuji, sudah memberi tahu keluarga korban dan jasadnya segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di desa setempat.
"Polisi bersama tim SAR akan melakukan pencarian hingga ditemukan korban Zainur yang diduga kuat sudah meninggal dunia," katanya menambahkan.
Pencarian satu korban lagi, akan dilanjutkan Sabtu (11/4) karena hari ini pencarian dihentikan sementara akibat cuaca buruk.kim
ISTRI LETDA RICHIE TAK MAU LEPASKAN FOTO



JEMBER - Jenazah Letda Richie, korban kecelakaan pesawat Fokker 27 baru saja tiba di rumah duka, di Desa Candi Jati, Kecamatan Arjasa. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan bacaan dzikir ratusan pelayat.
Bersama rombongan jenazah, turut pula istri korban, Nidya Yowanda, dan putranya yang baru berusia 8 bulan, Prayuda Rizki Akbar.
Saat ini, jenazah disemayamkan di ruang tamu kediamannya, sambil dibacakan surat Yasin oleh keluarga dan pelayat lainnya.
Nidya sempat menangis ketika melihat dan memeluk foto suaminya. Nidya bahkan tidak mau melepaskan foto itu sambil duduk di depan jenazah. Sementara ibu korban, terus ditenangkan oleh saudaranya. Rencananya, jenazah akan dimakamkan hari ini juga di pemakaman umum setempat.
Sebelumnya, sejak turun di Bandara Juanda Istri Letda Richi Jatuh Pingsan. Jenazah 4 korban insiden pesawat fokker-27 seri A-2703 milik Skuadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma yang jatuh di Bandara Husein Sastranegara Bandung, asal Jawa Timur tiba di Bandara Juanda.
Empat jenazah yang tiba itu adalah Letda Psk Richie Desi Pratika (Jember), Prada Didik Cahyo (Pasuruan), Serda Erwan Susanto (Pasuruan) dan Pratu M Imron asal Bangkalan.
Keempat korban itu yang sudah dibaringkan dalam peti itu mendarat dengan pesawat hercules nomor lambung 1320 tepatnya di base ops pangkalan udara TNI AL Juanda.
Kedatangan 4 jenazah itu disambut dengan upacara militer dengan inspektur Komandan Lanud Surabaya Kolonel Penerbang Gatot Purwanto.
Saat diturunkannya jenazah-jenazah itu, isteri Letda Richie Desi Pratikta jatuh pingsan. Jenazah lansung dimasukkan ke mobil jenazah dan diiringi para keluarga korban menuju masing-masing rumah duka.
"Para jenazah akan dimakamkan sesuai kehendak keluarga masing-masing. Dan semoga pengabdian para korban diterima disisinya," kata Gatot Purwanto usai menyambut kedatangan keempat korban Selasa (7/4).
Ibu Richie berkali kali juga pingsan.
Duka menyelimuti rumah keluarga Richie Desi Pratika, korban kecelakaan pesawat Fokker 27 di Bandung. Ibunda Richie, Ninik Minarni, syok dan berkali-kali pingsan hingga saat ini.
Jumantoro, salah satu kerabat Richie mengatakan, mulanya keluarga menyaksikan berita kecelakaan di televisi.
"Lalu kami menelpon Mbak Diah, istri Richie, di Bandung. Di telpon, Mbak Diah sudah menjerit-jerit," katanya.
Setengah jam kemudian, ada telpon dari markas Angkatan udara yang mengabarkan berita duka itu. Yang menerima saat itu adalah Sugeng Iriantono, ayah Richie.
Mendengar kabar buruk itu, Ninik langsung pingsan. "Dia syok. Mulai tadi malam sampai sekarang sadar, pingsan, lalu sadar lagi," kata Jumantoro.
Saat ini keluarga korban masih berupaya menguatkan Ninik. Kerabat dan kawan dekat sudah berdatangan ke rumah duka pagi ini. Sejak Senin malam kerabat dan kawan sudah bertakziah.
Keluarga Richie menolak pemakaman di TMP
Keluarga Letnan Dua Richie Desi Pratika menginginkan agar jenasah Richie dimakamkan di Desa Candijati Kecamatan Arjasa. Himawan, kerabat Richie mengatakan, sebenarnya pihak Angkatan Udara meminta agar jenasah Richie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Surabaya saja.
"Tapi kami ingin dia dimakamkan di sini. Lebih dekat," ujarnya.
Saat ini, keluarga sudah bersiap menyambut kedatangan jenasah Richie. "Banyak instansi terkait yang membantu kami. Kami bersyukur," kata Jumantoro, salah satu kerabat Richie.
USAI DARI MANTENAN, NABRAK POHON, 2 KRITIS
JEMBER – Rombongan pengiring pengantin dari arah Banyuwangi ini berniat pulang. Tapi di Jl Pakusari – Banyuwangi tepatnya 200 meter dari SMAN 1 Pakusari mendadak oleng, lalu nabrak pohon dan ringsek di selokan pinggir jalan, Minggu (22/3) sore.
Banyak pengendara dan polisi sempat kewalahan memberikan pertolongan karena arus lalu lintas sangat padat, selepas kampanye PKB digelar di lapangan Pakusari. Dari lokasi kecelakan sekitar 500 meter.
Dalam kecelakaan itu sebuah mobil kijang warna abu- abu gelap selip dan nyungsep di selokan pinggir jalan. Sebelumnya mobil bernomor polisi AG 2924 HF ini sempat menabrak pohon sono keling di pinggir jalan. Bodi lantas masuk ke selokan dan penyok. Akibatnya, bodi mobil ringsek di samping kanannya.
Posisinya miring terjungkal. Dua penumpang perempuan masih kritis. Sopirnya Nanang (50) warga Perum Tegalbesar, selamat. Sementara 2 orang penumpang lainnya yang perempuan juga selamat. Seorang penumpang yang terluka parah, bernama Lestari, terjepit bodi mobil. Dia tidak bisa dikeluarkan hingga beberapa saat.
Setelah dibantu warga , dan polisi lalu lintas yang datang cepat selepas mengamankan arena kampanye PKB itu korban bisa dikeluarkan dari jepitan bodi mobil. Lukanya serius, di kaki, tangan dan kepala. Korban Lestari, langsung diangkut mobil patroli Polsek Sumbersari menuju UGD RSUD dr Soebandi untuk dirawat.
Kasatlantas Polres Jember AKP I Made Agus Prasetya, Sik, berada di lokasi dan langsung menanyai sopir kendaraan tersebut. Nanang, sopir mobil yang baru bisa keluar dari jepitan setir itu mengaku tidak ngantuk. Dia baru saja dari Banyuwangi, mengantar rombongan pengantin dari keluarga polisi, Bripka Aris. Saat itu dia berusaha membetulkan posisi spion. Tapi, ban sebelah kiri oleng, dan keluar jalan aspal.
“Aspalnya kan tinggi, ketika ban kiri keluar aspal, posisi anjlok. Saya lagi membetulkan spion. Akibatnya oleng, dan tak terkendali. Saya kaget,.. Pak. Begini ini jadinya,” ujar Nanang.
Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, karena mobil kijang super grand extra itu rusak parah. Belum ditambah kerugian perawatan terhadap 2 korban yang kritis di UGD RSUD dr Soebandi. “Oke, kalau tidak apa – apa, Pak Nanang. Sementara anggota Polantas membantu mengevakuasi mobil ini keluar,” ujar Kasatlantas AKP Made Agus. kim
