


JEMBER - Jenazah Letda Richie, korban kecelakaan pesawat Fokker 27 baru saja tiba di rumah duka, di Desa Candi Jati, Kecamatan Arjasa. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan bacaan dzikir ratusan pelayat.
Bersama rombongan jenazah, turut pula istri korban, Nidya Yowanda, dan putranya yang baru berusia 8 bulan, Prayuda Rizki Akbar.
Saat ini, jenazah disemayamkan di ruang tamu kediamannya, sambil dibacakan surat Yasin oleh keluarga dan pelayat lainnya.
Nidya sempat menangis ketika melihat dan memeluk foto suaminya. Nidya bahkan tidak mau melepaskan foto itu sambil duduk di depan jenazah. Sementara ibu korban, terus ditenangkan oleh saudaranya. Rencananya, jenazah akan dimakamkan hari ini juga di pemakaman umum setempat.
Sebelumnya, sejak turun di Bandara Juanda Istri Letda Richi Jatuh Pingsan. Jenazah 4 korban insiden pesawat fokker-27 seri A-2703 milik Skuadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma yang jatuh di Bandara Husein Sastranegara Bandung, asal Jawa Timur tiba di Bandara Juanda.
Empat jenazah yang tiba itu adalah Letda Psk Richie Desi Pratika (Jember), Prada Didik Cahyo (Pasuruan), Serda Erwan Susanto (Pasuruan) dan Pratu M Imron asal Bangkalan.
Keempat korban itu yang sudah dibaringkan dalam peti itu mendarat dengan pesawat hercules nomor lambung 1320 tepatnya di base ops pangkalan udara TNI AL Juanda.
Kedatangan 4 jenazah itu disambut dengan upacara militer dengan inspektur Komandan Lanud Surabaya Kolonel Penerbang Gatot Purwanto.
Saat diturunkannya jenazah-jenazah itu, isteri Letda Richie Desi Pratikta jatuh pingsan. Jenazah lansung dimasukkan ke mobil jenazah dan diiringi para keluarga korban menuju masing-masing rumah duka.
"Para jenazah akan dimakamkan sesuai kehendak keluarga masing-masing. Dan semoga pengabdian para korban diterima disisinya," kata Gatot Purwanto usai menyambut kedatangan keempat korban Selasa (7/4).
Ibu Richie berkali kali juga pingsan.
Duka menyelimuti rumah keluarga Richie Desi Pratika, korban kecelakaan pesawat Fokker 27 di Bandung. Ibunda Richie, Ninik Minarni, syok dan berkali-kali pingsan hingga saat ini.
Jumantoro, salah satu kerabat Richie mengatakan, mulanya keluarga menyaksikan berita kecelakaan di televisi.
"Lalu kami menelpon Mbak Diah, istri Richie, di Bandung. Di telpon, Mbak Diah sudah menjerit-jerit," katanya.
Setengah jam kemudian, ada telpon dari markas Angkatan udara yang mengabarkan berita duka itu. Yang menerima saat itu adalah Sugeng Iriantono, ayah Richie.
Mendengar kabar buruk itu, Ninik langsung pingsan. "Dia syok. Mulai tadi malam sampai sekarang sadar, pingsan, lalu sadar lagi," kata Jumantoro.
Saat ini keluarga korban masih berupaya menguatkan Ninik. Kerabat dan kawan dekat sudah berdatangan ke rumah duka pagi ini. Sejak Senin malam kerabat dan kawan sudah bertakziah.
Keluarga Richie menolak pemakaman di TMP
Keluarga Letnan Dua Richie Desi Pratika menginginkan agar jenasah Richie dimakamkan di Desa Candijati Kecamatan Arjasa. Himawan, kerabat Richie mengatakan, sebenarnya pihak Angkatan Udara meminta agar jenasah Richie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Surabaya saja.
"Tapi kami ingin dia dimakamkan di sini. Lebih dekat," ujarnya.
Saat ini, keluarga sudah bersiap menyambut kedatangan jenasah Richie. "Banyak instansi terkait yang membantu kami. Kami bersyukur," kata Jumantoro, salah satu kerabat Richie.
ISTRI LETDA RICHIE TAK MAU LEPASKAN FOTO
Label:
KECELAKAAN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar