DUDUK 2 JAM JADI JUTAWAN

Nih Dia !

Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan

STUDI BANDING KE THAILAND

* Cegah Flu Babi, Ratusan Siswa Dites Kesehatan

JEMBER - Ratusan siswa berprestasi dan sejumlah guru yang akan berangkat studi banding ke Thailand akhirnya harus menjalani tes kesehatan oleh Dinas Peternakan dan Kelautan Jember bersama Dinas Kesehatan sebelum berangkat akhir bulan ini.

Hal itu menyusul upaya antisipasi penyebaran dan penularan virus flu babi (H1N1). Kepala Dinas Peternakan dan Kelautan Pemkab Jember, Ir Dalhar menjelaskan dalam waktu dekat akan segera memeriksa kesehatan fisik terhadap hewan untuk mengantisipasi penyebaran flu babi.
"Kami akan mengambil sampel air liur babi untuk dilakukan pemeriksaan, kita dibantu oleh laboraturium Dinas peternakan di Malang, Jogjakarta dan Surabaya," kata Dalhar.
Saat ini jumlah populasi babi di Jember mencapai 600 ekor yang tersebar di 5 Kecamatan. "Selain tes air liur babi, juga akan diperiksa terhadap ternak unggas untuk mengantisipasi flu burung. Saat ini korban flu babi di Jember masih nihil. Tapi upaya pencegahan dan antisipasi dini virus mematikan itu tetap dilakukan,” tegasnya.
Studi Banding
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jember Drs H Achmad Sudiyono mengatakan pihaknya telah mengirim utusan untuk berkoordinasi dengan atase bidang pendidikan di Thailand terkait keamanan dan kesehatan antisipasi penularan flu burung.
Jumlah siswa yang akan berangkat ke Thailand ada sekitar 100 siswa SMP dan SMA didampingi guru pendamping. Kesediaan pemeriksaan kesehatan itu dilakukan agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan bagi siswa dan guru berprestasi yang akan berangkat studi banding ke Thailand.
"Sebelum diberangkatkan dan sesudahnya dari Thailand, rombongan kami siap melakukan cek fisik kesehatan terakait flu babi," tegasnya. kim

[+/-] Selengkapnya...

RSU PARU JEMBER TAK PUNYA IPAL

* Ditegur Komisi Ombudsman

JEMBER - Rumah Sakit Umum Paru, Pemerintah Propinsi Jatim, di Jember ternyata tidka memiliki Instalasi Pengolah Limbah (IPAL). Hal itu terungkap saat Komisi Ombudsman, mengirimkan teguran agar RSUP tersebut melakukan pembangunan IPAL dan segera melakukan sosialisasi terhadap kesehatan lingkungan RSUP.

Dalam suratnya, yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur, itu Komisi Ombudsmen RI, telah melakukan investigasi dengan data laporan dari warga sekitar RSUP bahwa limbah padat sampah medis dibakar langsung di TPA dinas kebersihan di Pakusari, Jember.
Limbah cair dari proses pencucian foto rongten (instalasi radiologi) sebagian langsung masuk ke dalam tanah melalui sumur resapan yang dibangun sejak jaman Belanda.
RSUP Paru Jember belum memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan Badan Lingkunan Hidup Propinsi Jatim akan memberi bantuan untuk pembangunan IPAL RSUP Jember.
Dari pertemuan dengan Asisten I mewakili Bupati Jember, intinya didapat keterangan bahwa BLH Pemkab Jember telah meneliti sejak bulan Maret 2009, dan diktahui bahwa RSUP tidak berada di atas tanah stren kali.
Pemkab Jember, telah melakukan sosialisasi bersama RSUP untuk pengolahan limbah RS, sehingga tidak menimbulkan pencemaran dan tidak membawa dampak bagi masyarakat yang berdiam di sekitar RS.
Dari investigasi yang didapat Komisi Ombudsman RI itu, bahwa berdasarkan pasal 7 huruf e, dan pasal 8 huruf a UU No 28 Tahun 2008, tentang Ombudsman RI, maka Komisi mendukung upaya Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jatim, membantu RSUP Jember membangun IPAL. Karena pembangunan IPAL itu harus pula memperhatikan standart baku ketentuan pengelolaan limbah guna menghindari kerugian dan bahaya pencemaran lingkungan di masa mendatang.
Point selanjutnya, Komisi Ombudsman juga meminta sosialisai dan pendekatan kepada masyarakat di sekitar lingkungan RSUP agar lebih ditingkatkan, karena dari laporan ditemukan masyarakat mengaku korban penularan penyakit TBC, hingga meninggal dunia.
LSM Andhy Sungkono, yang juga aktifis kesehatan di Jember menilai surat teguran Komisi Ombudsman itu sangat fatal. Sebab, RSUP belum memiliki IPAL. “Asas umum tata kelola pemerintahan dan terkait UU No 28 Tahun 1999, harus menjadi bahan pertimbangan penyelenggaran negara, dalam memberi pelayanan agar tidak menimbulkan persoalan yang merugikan umum,” ujar Andy, yang mengadvokasi warga sekitar RSUP berjuang minta relokasi tempat RS itu.
Andy, menyatakan RSUP seharusnya berkaca karena lokasi bangunan RS UP itu ternyata melanggar UU Sepadan Sungai, bahwa hingga batas 20 meter dari tepi sungai tidak boleh ada bangunan.
Di sisi lain, Dr Arya Sidemen, Direktur RSUP Jember menolak ada masalah dengan Komisi Ombudsman. Dia menilai solusi yang diberikan telah ada bahwa IPAL yang dimaksud itu akan dibantu Dinas Kesehatan Pemprop Jatim.
“Yang disurati itu kan yang berkirim surat. Tidak kepada kita. Jawaban kita ya apa adanya begitu. Kita sudah mengkaji semua terkait IPAl dan sebagainya. Soalnya, limbah padat itu kita kirim ke TPA Pakusari, dan yang cair ditanam. Tidak ada masalah kebocoran dan tidak ada masalah lain,” ujar Arya.
Dia menilai sifat surat itu adalah saran. Dan solusinya telah diberikan oleh Dinas Kesehatan Pemprop Jatim. “Kami tinggal menunggu saja realisasi pembangunan IPAL. Tempat dan lahan telah kita siapkan, Rencananya tahun depan,” ujar Arya. kim

[+/-] Selengkapnya...

FLU BURUNG SERANG 14 KECAMATAN

JEMBER - Penyebaran wabah flu burung di Jember semakin mengkhawatirkan. Bahkan jumlahnya meluas dari sebaran daerahnya. Hampir separuh dari wilayah jumlah Kecamatan se Kabupaten Jember telah diserang flu burung alias avian influenza ini.
Menurut data Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Jember, terdapat 14 Kecamatan dari 31 Kecamatan se Kabupaten Jember telah dinyatakan positif terserang flu burung.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Jember, Ir Dalhar mengatakan bahwa masyarakat diminta tetap berhati – hati, sebab daerah yang belum terkena serangan flu burung itu bisa kena serang. Warga juga diminta berhati – hati saat melakukan kontak langsung dengan unggas di 14 wilayah Kecamatan saat ditemukan tewas itu.
"Hasil uji laboratorium hasilnya begitu Mas. Ternak - ternak yang mati di 14 wilayah itu karena positif terjangkit flu burung," ujarnya.
Dari 14 Kecamatan yang dinyatakan positif terkena flu burung itu diantaranya adalah Kecamatan Ajung, Arjasa, Pakusari, Sempusari, Panti, Jenggawah, Tempurejo, Mumbulsari, Sukorambi, Patrang, Ambulu, Sukowono, Kalisat, dan Tanggul.
Pihaknya berharap tidak ada penularan virus flu burung ini pada manusia. Karena sampai saat ini status positif hanya berlaku pada unggas. Pemkab melalui DInas Peternakan dan Perikanan serta Dinas Kesehatan Jember menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan kontak langsung dengan uanggas. kim


[+/-] Selengkapnya...