DUDUK 2 JAM JADI JUTAWAN

Nih Dia !

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN 12 TAHUN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN 12 TAHUN. Tampilkan semua postingan

24 PELAJAR & GURU BERPRESTASI DIKIRIM KE CANADA

JEMBER - Untuk meningkatkan mutu pendidikan 24 orang siswa dan guru SMK berprestasi di Kabupaten Jember awal Januari 2010 mendatang akan dikirim belajar ke Vancouver Canada, selama satu setangah bulan dengan biaya dari pemerintah Canada.
Tapi untuk bisa mengikuti program ini pemerintah Canada meminta dana sharing Rp 6 juta rupiah per orang. Sebagai bukti kesungguhan peserta program belajar di Canada, dana sebesar itu menurut Drs Achmad Sudiono, Kadiknas tidak seberapa dibanding yang harus dikeluarkan Pemerintah untuk akomodasi biaya hidup pelajar asal Jember selama di sana.
Menurut Achmad, karena dinas pendidikan tidak ada anggaran untuk program ini kesempatan itu ditawarkan kepada wali murid dan pihak sekolah. Dan ternyata baik sekolah dan wali murid menyatakan siap membayar dana sharing tersebut bahkan untuk menunjukkan keseriuan bulan Nopember mendatang walikota vancouver akan berkunjung ke Jember melihat sistem pendidikan di Jember.
"Kita akan kedatangan tamu dari Vancouver dan kita bisa bertatap muka bagaimana kelanjutan program tersebut ke depan," ujarnya.
Lebih jauh Achmad menerangkan dari 24 orang siswa dan guru yang akan dikirim itu tidak seluruhnya melalui sistem seleksi. Tapi atas permintaan pemerintah Canada ada beberapa diantara siswa dan guru yang ditunjuk langsung oleh pemerintah Canada tanpa melalui tes.
Bagi siswa yang ditunjuk oleh pemeirntah Canada segala sesuatunya termasuk persiapan menjelang keberangkatan seperti peningkatan kemampuan bahasa akan dipersiapkan dan dibimbing langsung oleh pemerintah Canada. kim


[+/-] Selengkapnya...

KUMPULKAN SISWA BERTEMU POLISI


JEMBER – Kepala Dinas Pendidikan Jember Drs H Achmad Sudiono, Msi, mengumpulkan beberapa pelajar SMA dan SMK sederajat yang berminta mendaftarkan di jalur Akademi Kepolisian, dipertemukan dengan staf pejabat tinggi Kepolisian Resort Jember, di Aula Diknas Selasa (5/5) kemarin.
Kadiknas mengatakan motif dipertemukannya pelajar ini karena selama ini banyak informasi yang didapat sekolah dan pelajar simpang siur. Bahkan terkait soal pendaftaran masuk setelah jenjang ke Akpol. Dari sana daripada banyak disalahgunakan oleh oknum maka untuk menghindari hal –hal yang tidak diinginkan Kadiknas mengambil inisiatif.
“Kita paparkan kepada siswa bahwa nantinya jika sudah lulus, mereka bisa dengan mudah mendaftar ke jenjang yang lebih bagus seperti karir di kepolisian. Ini penting karena informasi biar tidak salah arah,” ujar Kadiknas.
Dia mengatakan dari 400 siswa yang diundang dan hadir itu ternyata mayoritas berminat untuk mendaftar dan berkarir di kepolisian setelah nantinya lulus dari SMA, atau SMK. Dibanding lulusan SMA pelajar yang datang itu adalah mayoritas SMK.
Para siswa kemarin mendapat penjelasan secara menyeluruh bagaimana bisa diterima dalam test di kepolisian ke depannya. Dalam hal ini, Kapolres Jember diwakili Kompol Risal Irawan, memaparkan berbagai hal dan ragam terkait jenjang karir di kepolisian.
“Kebetulan yang berminat sangat banyak sekali. Dan sekarang ini para siswa tidak perlu datang ke sana ke mari. Tapi, cukup di sini, mereka bisa menanyakan segala sesuatunya lengkap. Ini guide pertama Kadiknas untuk mencari jenjang lulusan SMA di Jember agar terarah. Dan Alhamdulilah mayoritas siswa ini pilihan semua, baik emosional dan fisik mereka yang datang ini cukup baik,” ujar Kadiknas Ahmad Sudiono, didampingi oleh Wakapolres Jember Kompol Risal Irawan.kim


[+/-] Selengkapnya...

UNAS SMP, 2 ABSEN 1 HAMIL

JEMBER - Sedikitnya ada 6 pelajar siswa MTs Negeri 2 Jember absen padahal, Senin (27/4) digelar ujian nasional (Unas). Yang mengejutkan, salah satunya sedang hamil.

Hal itu dikatakan, Kepala Dinas Pendidikan Jember Drs Achmad Sudiyono. Keenam siswa itu mundur dari Unas dengan berbagai alasan.
"Ada yang mundur karena sudah bekerja, ada yang karena hamil," katanya.
Kadiknas ini menolak jika pihak sekolah yang melarang siswa yang hamil itu mengikuti ujian. Justru orang tua siswa itu sendiri yang menarik mundur sang siswa begitu tahu hamil.
"Pelajar ini oleh orang tuanya dikawinkan dengan catatan tidak hamil. Ia beberapa bulan lagi sudah lulus. Tapi ternyata di perjalanan dia malah hamil, akhirnya berhenti sekolah," ujarnya.
Dia sangat menyesalkan ada siswa di bawah umur dan di usia sekolah sudah dinikahkan. Tapi dia tidak bisa berbuat apa apa lagi. Pihaknya hanya bisa menghimbau dan tidak bisa melarang, karena menikahkan anak adalah wewenang orang tua masing - masing.
"Mungkin karena sudah baligh makanya dijodohkan, dan dinikahkan," tegasnya.
Menikah dan hamil itu juga menjadi salah satu alasan bagi siswa sekolah tingkat menengah atas dan kejuruan, mengundurkan diri dan tak mengikuti unas tempo hari. Di Jember ada sekitar 126 orang siswa SMA dan yang sederajat absen UNAS. Dari jumlah ini, hanya 3 orang yang mengikuti ujian susulan.
"Mayoritas dari mereka itu tidak ikut unas gara- gara menikah. Dan mayoritas mereka adalah pelajar sekolah swasta. Kalau sekolah Negeri jarang,” ujarnya.kim

[+/-] Selengkapnya...

IKRAR SISWA UNAS HARUS JUJUR


JEMBER - Tiga hari menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (Unas), sebelas siswa kelas 3 SMK Pertanian Sunan Ampel Kecamatan Sukorambi menggelar ikrar jujur Unas 2009.

Di ikrar itu diawali upacara pengibaran bendera merah putih. Dilanjutkan pembacaan ikrar yang berjanji menolak ketidakjujuran yang bisa merugikan dunia pendidikan.
Seorang siswa Abdul Rochman mengatakan, ikrar jujur itu sebagai bentuk tindakan agar siswa tidak melahirkan mental koruptor dan maling.
"Kami juga menyerukan pada semua siswa, pengawas, sekolah, Diknas dan semua pihak agar melaksanakan Unas dengan jujur," timpal Abdul Rochman.
Dia juga menilai sebagin besar ada dugaan kecurangan Unas yang dilakukan dengan cara bantuan teman antara siswa dan guru. Selain itu juga banyak sekolah di Unas sebelumnya digelar faktanya tidak jujur.
"Kita sepakat dalam Unas harus jujur, kita siap tidak lulus dan yang penting kami jujur dan sudah berusaha belajar. Walaupun ada bocoran kita akan menolaknya," katanya. Di sekolah itu juga memiliki smeangat tinggi agar lulus Unas.
"Kami cara belajar bersama lewat try out sampai harus nginap di sekolah untuk belajar bersama bimbingan guru," katanya.
Sedang Kasek SMK Pertanian Suna Ampel Sukorambi, Ali Murtadho mengatakan, sekolah yang dipimpinya sudah dua kali mengalami 100 persen dari jumlah siswa tidak lulus Unas.
"Tahun lalu dari 17 siswa tidak lulus semua dan baru dua tahun ini harapannya dengan jujur dan semangat belajar maka 100 persen lulus," kata Ali Murtadho. Untuk bisa menggenjot nilai Unas, para guru disana mengkarantina siswa agar tetap bisa maksimal belajar.
"Sebab untuk lulus Unas, grade naik ke 5,5. Jadi kesulitan makin bertambah, nilai standar kompetensi pun harus minimal 7,00, itu banyak keberatan karena banyak bahasa asing," katanya.
Sementara soal naskah telah didistribusikan ke wilayah kecamatan dikawal aparat kepolisian mulai hari ini. Anggota Dewan Pengarah Dewan Pendidikan Abdul Halis meminta agar Unas tahun ini bebas dari kecurangan.
"Seluruh sekolah kalau bisa tidak memberlakukan aturan ketat tentang pembiayaan, sehingga tidak ada siswa yang tidak bisa ikut Unas gara-gara tidak bisa melunasi pembiayaan," kata Abdul Halis.
Dalam ruang penyimpanan naskah soal Unas di Kantor DInas Pendidikan Jember itu dijaga cukup rapat dan seluruh kaca ditutup gorden. Setikdanya ada tiga polisi di ruangan itu tidak seorang pun diperkenankan masuk. kim

[+/-] Selengkapnya...

RUANG AMBRUK RATUSAN MURID BELEJAR DI PERPUS

JEMBER - Hingga hari ini rehab 2 ruang kelas di SDN Jubung 01 yang ambruk sejak bulan Januari lalu, belum ada perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Akibat belum adanya perbaikan ruang sekolah yang ambruk,sekitar seratus lebih siswa kelas 1, 2 dan 3 harus belajar di perpustakaan dan aula sekolah.
Saat dikonfirmasi Kepala sekolah SDN Jubung I Bambang Priyanto menerangkan kondisi kayu di bangunan itu sudah lapuk semua. Sekadar diketahui, rehap pertama kali untuk 3 ruang kelas ini terakhir kali dilakukan tahun 70an.
Sedang kejadian ambruknya ruang sekolah sekitar medio Januari 2009 saat hujan lebat, atap dua ruang kelas ambruk. Beruntung peristiwa ini terjadi sore hari saat tidak ada proses belajar mengajar.
Kendati begitu, sejak ambruknya atap dua ruang kelas ini, Bambang menginstruksikan kepada semua guru, agar lebih waspada terutama jika terjadi hujan.
Meski yang ambruk atap dua ruang kelas 1 dan 2, karena ruang kelas 3 berdampingan dengan ruang kelas yang ambruk, siswa kelas tiga terpaksa dipindahkan. Tapi, Bambang menjamin tidak ada kendala dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Untuk keperluan rehab dua ruang yang ambruk, Bambang mengaku sejak Januari lalu sudah melapor ke UPTD Pendidikan dan Diknas Jember. Bahkan tim dari Dinas Pendidikan sudah turun meninjau lokasi. Hanya saja sampai hari ini anggaran untuk rehab masih belum turun.
"Siswa saat ini dari kelas satu - kelas lima belajar di rumah, karena 'try out' siswa menjelang ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN), sehingga aula dan ruang perpustakaan terlihat kosong," ujarnya.
Sementara ini, pihak sekolah menggunakan ruangan yang ada untuk kegiatan belajar, agar tidak berhenti akibat ambruknya tiga ruang kelas. Kegiatan belajar harus tetap dilaksanakan, meski ruang kelas ambruk.
Di tempoat terpisah , Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Jember, Jumari, mengaku sudah mendapat informasi tentang ambruknya SDN Jubung 01, dari Kasek setempat dan secepatnya akan diperbaiki. kim

[+/-] Selengkapnya...