Puluhan Ribu Simpatisan PKB Bergoyang Dangdut
JEMBER – Puluhan ribu simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memenuhi lapangan Sukorejo Kecamatan Sumbersari, dalam kampanye putaran terakhir Jumat (3/4) kemarin. Artis dangdut top Jember Niken dan Group Musik Balasyik menjadi senjata pamungkas PKB untuk menggaet massa dan simpatisannya.
Sejumlah calon anggota DPRD Jember, DPR RI dan TK I Jatim hadir untuk menyemangati seluruh pendukung setia Partai yang didirikan kalangan Nahdhiyin ini. Sebelumnya, massa PKB juga telah melakukan konvoi besar – besaran di Jember dengan menggunakan pasukan selep keliling (dedet,Red) di pusatkan di Lapangan Pakusari Jember.
Caleg DPR RI Ir Nur Yasin, dari PKB ini juga menjadi magnet terbesar dalam menghimpun kekuatan di Kabupaten Jember – Lumajang. Caleg yang berangkat dari Dapil IV Jember Lumajang ini dikenal sebagai loyalis PKB menyatakan tidak terpengaruh dengan konflik elit PKB pusat.
Bahkan Miftahul Ulum, Ketua DPC PKB Jember mengatakan bahwa Kabupaten Jember dan tiga Kabupaten lain yakni Sampang, dan Probolinggo dinilai sangat berbeda dengan suasana PKB Kabupaten / Kota lain di Indonesia.
“Selama ini kita terus berkoordinasi dengan Gus Dur, dan Mbak Yeni Wahid. Kalau di Jember mendapat perlakuan berbeda dengan Kabupaten lain, terkait konflik yang ada di elit,” ujar Cak Ulum.
Kemarin, PKB benar – benar membuktikan bisa menghadirkan puluhan ribu masyarakat dan simpatisan PKB dari berbagai penjuru Kabupaten Jember. Pendukung Gus Dur di Kabupaten Jember masih sangat mbludak.
Sekalipun tidak mendatangkan juru kampanye nasional, DPC PKB Jember masih mampu mendatangkan ribuan orang pendukung di kampanye putaran terakhir menjelang minggu tenang ini.
Massa dari berbagai penjuru Jember ini menggunakan arak – arakan sepeda motor. Sebagian tidak mengenakan helm pengaman. Arak – arakan sempat terhenti di kala motor anggota DPRD Jember, H Buang Ubaidillah, karena rodanya terbelit kain bendera besar.
Sekretaris DPC PKB Jember Ayub Junaidi menjelaskan dia tetap yakin tanpa tanpa jurkamnas dari DPP PKB kampanye masih berjalan meriah. Sebagai senjata pamungkas kampanye PKB kali ini mendatangkan artis Balasyik. Tapi sayang masih diwarnai kehadiran anak-anak di bawah umur.
Ayub mengaku tak bisa berbuat apa-apa menghadapi hadirnya para anak kecil. "Kami tidak bisa menolak karena rumah mereka di sekitar lapangan ini,” ujarnya.
Kendati Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sudah menyerukan agar pendukungnya tak memilih PKB, tapi sosok kiai kharismatis itu masih hadir dalam kampanye PKB Jember. Bendera dan umbul-umbul yang dipasang di dalam arena kampanye masih menampilkan wajah Gus Dur.
Dua tokoh NU hadir di kampanye itu dan melakukan orasi. Diantaranya Mantan Ketua PCNU Bondowoso KH Ayub Syaifur Ridjal AS dan Ketua PCNU Jember KH Muhyiddin Abdussomad. Dalam orasinya, KH Ayub mengkritik Pemerintah Kabupaten Jember yang terburu – buru mengklaim penduduk Jember bebas buta huruf. Bahkan Dinas Pendidikan yang membuat baliho besar itu dinilai membohongi rakyat.
“Maka PKB tetap akan berdiri tegak, dan sebagai warga Nahdhiyin harus berani membela yang benar. Kalau yang masih buta huruf saat ke TPS nanti minta tolong didampingi KPPS nya,” teriak Gus Syef biasa disapa dan dilanjutkan dengan Sholawatan bersama. kim
PKB KELUARKAN SENJATA PAMUNGKAS
Label:
PEMILU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar