DUDUK 2 JAM JADI JUTAWAN

Nih Dia !

CALEG RAGUKAN ANGGARAN 20 % BIDANG PENDIDIKAN


JEMBER - Dialog yang digelar Caleg DPR RI Partai Demokrat berdebat dengan Jaringan Pemilih Rasional (Japer) Nurdiansyah Rahman, serta Caleg DPRD Jatim Herry Prasetyo, dan Angelina Dina Ariesta, SKM, berlangsung seru Jumat (3/4) kemarin, di Aula Bina Insani Jl Mastrip Jember.
Menariknya, seluruh caleg ini meragukan realisasi Anggaran 20 % Pendidikan karena tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas anak didik, pengajaran, dan gizi anak didik. Untuk mewujudkan cita-cita masyarakat cerda maka pemikiran untuk menelorkan gagasan dibutuhkan.
Dialog panel yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat (Ampera) Jember ini menghadirkan beberapa caleg DPR RI. Tapi sayang, tidak banyak yang hadir. Salah satu sorotan penting adalah terkait komponen rakyat untuk mencari solusi terkait cara kualitas SDM manusia Indonesia yang prima.
Sementara itu SDM Indonesia masih rendah. Salah satu parameternya adalah rendahnya angka harapan hidup orang Indoensia, 65 tahun. Rendahnya rata-rata umur rakyat Indonesia, tingginya angka kematina, tinggi angka kesakitan, tingginya angka kematian bayi. Dan lain sebagainya.
Rendahnya kualitas SDM Indonesia tersebut bisa jadi disebabkan oleh banyaknya kebiasaan keliru dalam kehidupan sehari – hari diantaranya, pola makan terbalik, banyaknya kebiasaan hidup yang mengganggu kesehatan seperti alkohol, merokok, narkoba dan lain sebagainya.
“Belum terbiasanya berolah raga untuk kebugaran tubu, dan belum membudayanya pola hidup sehat hingga belum adanya strategi mendidik anak dalam keluarga,” ujar dr Soebagio.
Ada beberapa tips solusi yang dibutuhkan agar menghasilkan generasi cerdas. Diantaranya terkait kebiasaan keliru wanita hamil, yang tidak memelihara payudara untuk mempersiapkan ASI, tidak berolahraga, dan tidak mengkonsumsi protein tinggi.
Kebiasaan keliru ibu anak setelah melahirkan, juga sering salah kaprah. Diantaranya membuang colostrom karena menganggap ASI adalah basi. Serta kebiasaan memberi makan bayi nasi diulek dicampur pisang karena air susu tidak mencukupi.
“Kita perlu revolusi gisi di Indonesia. Wanita hamil dan bayi serta anak – anak dan remaja banyak makan protein. Sedangkan lansia makan banyak sayur mayur. Sehingga didapat SDM yang cferdas, dan panjang umur,” tegas Subagiyo Partodiharjo. kim


Tidak ada komentar: