DUDUK 2 JAM JADI JUTAWAN

Nih Dia !

1.000 NELAYAN SENIN DEPAN SERBU KANTOR PEMDA

* Tuding Program Rumpon Pecah Belah Nelayan

JEMBER - Sekitar 1.000 orang warga petani nelayan Desa Puger Wetan, dan Puger Kulon mengancam berunjuk rasa ke DPRD Jember dan kantor Pemkab Jember Senin (13/7) besok. Mereka meminta program rumponisasi laut pantai selatan dihentikan. Karena rumpon sebagai biang pecah belahnya nelayan setempat, dan mengancam pertumpahan darah di sana.

Apalagi saat ini akibat rumpon diadakan, paceklik ikan dialami petani nelayan non rumpon yang jumlahnya mencapai 90 % dari total nelayan yang mangkal di Puger dan sekitarnya tersebut. Masyarakat nelayan Puger yang memakai rumpon sangat sedikit. Dan mereka menguasai pendapatan ikan, karena mereka juga mengacaukan jadwal keluarnya ikan laut dengan lampu mercuri, dan rumpon.
Padahal, jumlahnya sangat sedikit. Perahu jukungnya ada 20 buah, dan sekocinya ada 6 buah. Sementara sisanya, sekitar 900 perahu itu milik nelayan non rumpon. Salah satu koordinator aksi rencananya, Bang Tawan, mengatakan bahwa penghentian rumponisasi di Laut selatan itu harga mati bagi nelayan.
Sebab jika tidak pendapatan nelayan akan memburuk. Selain dari itu pendapatan ikan nelayan pacekliknya semakin panjang. Selama ini sebelum ada rumpon maka pendapatan ikan masih stabil. Sebab, ikan jika memasuki paceklik hanya beberapa hari saja. Tapi, kini berbulan bulan tidak ada ikan.
Setelah diselidiki bahwa ikan ikan besar, dan bagus itu berkumpul di bawah rumpon. Setelah malam hari pemilik rumpon yang merupakan kategori juragan- juragan besar ikan ini menyinari rumpon dengan lampu Mercury. Sehingga memudahkan untuk menangkap ikan.
“Nelayan yang tak berteknologi canggih ini kurang modal. Mereka tetap kalah terus. Lalu nasibnya akan bagaimana,” ujar Tawan.
Untuk itu dia mengajukan solusi bahwa pendapatan ikan di laut harus fair. Tidak ada kapling laut di laut lepas. Tidak ada istilah milik sendiri, rumpon milik si A dan si B. Tapi, rumpon itu bertujuan untuk semuanya. Tapi, jika tidak bisa diadakan semua maka rumpon tidak boleh dipasang terlebih dahulu. Proyek Pemkab Jember dari Dinas Peternakan dan Perikanan dengan 3 rumpon saja masih belum terpasang. Sedangkan yang terpasang selama ini masih sekitar 19 rumpon milik warga dan juragan ikan besar.
Mayoritas keangkuan pemilik rumpon ini tinggi. Sebab, mereka menolak jika ada nelayan lain ikut menebar jala dan memancing di sekitar rumpon itu. Padahal, laut itu milik bersama. Hal ini yang mengakibatkan kecemburuan tinggi.
“Ini soal pendapatan. Maka nelayan ini kondisinya sangat tersiksa. Ini semua gara – gara dari Dinas Peternakan dan Perikanan. Jika tidak ada solusi maka kami akan demo terus menerus. Salah satu solusi adalah mematikan lampu mercury, dan mematikan rumpon,” ujar Tawan didampingi ketiga temannya, saat menghadap Kasat Intel Kam Polres Jember AKP Harwiyono mengirimkan pemberitahuan rencana aksi Senin pekan depan dengan 1000 massa itu. kim

Tidak ada komentar: