Untuk Jamkesmas Maskin di Luar Database
JEMBER - Pihak RSUD dr Soebandi, belakangan disibukkan mengurusi jamkesmas bagi warga miskin. Permintaan pelayanan kesehatan gratis itu, kini direspon. Salah satunya adalah pihak RSUD dr Soebandi mengajukan tambahan anggaran Rp 8,6 milliar melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2009 ini untuk jamkesmas maskin di luar data base.
Demikian disampaikan Direktur RSUD dr Soebandi dr Yuni Ermita, Mkes, kemarin di gedung DPRD usai hearing dengan Komisi D DPRD Jember.
Menurut Yuni, saat ini anggaran maskin di luar data base dari APBD hanya Rp 800 juta setahun. Padahal, keuangan itu harus bisa melayani maskin yang jumlahnya sangat besar. Di bulan Januari 2009 saja, standart pelayanan kelas III telah menghabiskan anggaran Rp 600 juta.
Praktis katanya, untuk menutup kebutuhan bulan berikutnya, pihak RSUD dr Soebandi harus menggunakan anggaran lain yang seharusnya dibayarkan kepada rekanan distributor obat.
Anggaran untuk maskin sendiri dijanjikan akan diganti oleh Pemkab dalam PAK APBD tahun 2009 ini. Pihak RSUD dr Soebandi sendiri sudah mengajukan anggaran senilai Rp 8,6 milliar untuk kebutuhan selama setahun.
Pada prinsipnya, dr Yuni menegaskan bahwa RSUD dr Soebandi selalu siap melayani pasien dari rumah tangga miskin di Kabupaten Jember. Asalkan, prosedur yang dilakukan juga benar. Prosedur utama adalah dengan melampirkan Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM) dari Desa disertai rujukan dari Puskesmas setempat.
Dia berharap Pemkab juga akan memenuhi kekurangan anggaran di RSUD itu karena merupakan kebutuhan yang harus diberikan kepada pelayananan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sehingga jika ada tambahan dari PAK itu dipastikan RSUD tidak akan menanggung beban hutang yang besar kepada rekanan obat.
“Termasuk kita bisa membayar biaya pelayanan kesehatan bagi para tim medis dan para medisnya,” ujarnya. kim
RSUD MINTA DANA 8,6 MILLIAR
Label:
ANGGARAN PEMKAB JEMBER
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar