JEMBER - Basis massa nahdliyin tetap diperebutkan oleh partai politik. Terutama Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Partai ini menargetkan merebut 12 juta suara warga Nahdlatul Ulama.
Ketua Umum PKNU Choirul Anam di Gerung Serba Guna Jember mengaku dengan merebut suara kalangan nahdliyin maka target perolehan kursi bisa maksimal.
"Basis yang kita pakai untuk pemilih adalah kalangan nahdliyin, ada 12 juta suara yang bisa kita raup. Peluang meraup suara ada, dukungan tidak harus secara formalitas, tapi kita minta warga NU," kata Chorul Anam.
Salah satu peluang suara itu sudah banyak diketahui warga nahdliyin. "Banyak yang sudah tahu, yang mendirikan PKNU adalah NU, jadi mau ikut kyainya atau gimana," ujarnya.
Soal target suara di Jawa Timur dia mematok 30 persen atau 30 kursi sebagai target maksimal. "Untuk DPR RI kita targetkan 18 kursi," ujarnya. Sedang untuk penjajakan koalisi, PKNU akan menggarapnya setelah pemilihan legislatif.
"Setelah kita tahu persis kondisi dan kekuatan kita, baru koalisi. Soal capres masih belum ada, tapi koalisinya nantinya dengan siapa saja. Penentuannya setelah pileg," timpalnya.
Saat ini koalisi PKNU dengan 9 parpol tidak untuk kerangka mengusung Capres Wiranto. Dia melihat koalisi Golden Triangle : PDIP, Partai Golkar dan PPP, tidak akan mempengaruhi PKNU.
Cak Anam, juga menuding DPT masih amburadul. Faktanya masih banyak DPT yang ganda dan triple yakni NIK, tanggal lahir dan nama sama.
"Saya sudah ketemu Ketua KPU, kita udah menawarkan solusi dengan memberikan DPT dan akan dicek. Ada rekomendasi untuk DPT yang didrop atau dicoret," ujarnya.
Kendati begitu untuk validasi sangat mepet. Padahal kesepakatan 9 parpol sebelumnya di 14 Maret lalu sudah beres. "Saya kira validasi tidak bisa maksimal, namun bagaimana pemilu harus tetap
berlangsung," bebernya.
Dengan kekacauan DPT itu, potensi kehilangan suara sangat banyak. "Perkiraannya untuk massa PKNU saja ya banyak, ada yang sampai 150 DPT yang tidak ada orangnya," ujarnya.kim
PKNU TARGET 30 % KURSI DPRD JATIM
Label:
PEMILU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar